Monday, 19 September 2016

Greetings from Nganggurville!


Halooo~

It's good to be back. Writing on this blog and telling you where I've been these past two months -- almost three. Blog ini biasanya hanya memiliki satu bulan kosong dalam setahun. Tapi tahun ini terdapat DUA bulan kosong. Hampir jadi tiga kalo aja pikiran memiliki url berbayar, yang tanpa embel-embel blogspot di belakangnya, gag tiba-tiba muncul.

Friday, 24 June 2016

Nah, Ini Enak!

UAS sudah berlalu. Akhirnya otak gue vacant lagi untuk diajak mikir hal lain selain materi kuliah yang diujikan. Dan kebetulan sejak UAS dimulai, gue udah kepikiran beberapa tema untuk gue tulis dan gue posting di blog ini. Emang suka gag sopan otak gue nih kelakuannya. Pas lagi nganggur, digerakin buat mikir nyusun kata-kata untuk dijadikan sebuah postingan susah banget. Giliran otak lagi kudu difokusin untuk sesuatu yang sangat penting macem UAS, betebaran itu ide buat nulis.

Anyway, di postingan ini gue cuma ingin mengabarkan kalau ngayal babu gue sudah direalisasikan. Kalo di postingan ini gue masih belum mau kasih tahu nama untuk blog kuliner gue, sekarang lah akan gue ungkap nama blog hasil ngayal babu beberapa minggu belakangan ini.

Wednesday, 15 June 2016

Chasing Pavement

Gue termasuk pecinta jalan kaki. Meski kalo sekarang untuk jalan kaki kudu ada syarat dan ketentuan yang berlaku, tapi gue tetep suka jalan kaki. Kalo gue telusuri, ternyata kecintaan gue terhadap jalan kaki ini bermula sejak jaman SD.

Saat itu, gue kalo main kelamaan di sekolah kan suka ditinggal sama mobil jemputan. Untuk mencapai rumah, gue pun akhirnya memutuskan untuk jalan kaki. Gue lupa kenapa bisa memutuskan begitu. Apa karena gue gag ada uang buat bayar bus (pas SD gue emang gag dikasih uang jajan rutin) atau karena gue belom begitu jago naek bus.Yang jelas, jarak antara sekolah ke rumah gue itu ternyata gag wajar untuk dilalui sama anak kelas 3 SD dari keluarga kelas menengah di Jakarta.

Sekarang kalo mau jalan kaki kudu ada dorongan impulsif dari dalam diri alias mood dan/atau cuaca yang mendukung. Misalnya kalo disuruh ortu beli apaan gitu. Kalo gue lagi mood dan cuaca bagus (gag hujan dan matahari gag terlalu ceria penampakannya), sejauh apapun pasti akan gue tempuh dengan jalan kaki. Tapi kalo lagi gag ada mood sama sekali, meski jaraknya cuma kek selemparan batu, gue pasti bakal menempuhnya pake motor.