Waktu bilangan usia gue dalam bahasa Inggris masih ada kata 'teen' di belakangnya (thirteen sampe nineteen), gue gag begitu peduli sama gangguan kesehatan yang dialami orangtua gue. Gue merasanya penyakit macem kolesterol, diabetes, dan darah tinggi cuma bakal dialami mereka-mereka yang seusia orangtua gue. Lalu ketika gue akhirnya berada di usia yang kalo kata orang-orang merupakan fase dewasa, barulah gue sedikit kepikiran sama tiga penyakit yang gue sebutin di atas.
Tetangga oh Tetangga
Wednesday, 18 May 2016
23: Tentang Menjadi Orang Dewasa
Mei ini adalah bulan ketiga gue berada di usia ke dua puluh tiga. Berada di nominal usia ini bikin gue merasa kek, "Damn! Dua tiga banget nih? Buset," dan, "Anjir, gue udah dua tiga, belom lulus, dan masih jadi beban orang tua." Yawla...
Friday, 8 April 2016
Ini Muka Penuh Luka, Punya Siapa?
Seharusnya postingan
ini sudah bisa dibaca oleh khalayak ramai sejak 2 minggu yang lalu. Tapi diri
ini rasa mager banget bahkan untuk mendengar rekaman obrolan gue sama narsum
buat postingan ini. Magernya kek mager banget tapi tanpa kejelasan gitu. Baru kemaren
gue ngeh kenapa bisa gono. Ternyata gue bete sendiri sama tulisan terakhir gue.
Pas gue baca ulang, itu tulisan kok jelek banget. Jadi bete sendiri liatnya.
Maka setelah gue tahu penyebab mager gue, malam ini gue cobalah lagi menulis.
Siapa tahu hasilnya bisa lebih baik dari pada yang lalu.
Jadi pada postingan
kali ini, gue mau promosiin event seru buat para pecinta sastra. Terutama pecinta tokoh penyair yang baris
sajaknya gue jadiin judul postingan ini. Yak! Event yang bakal gue promosiin
ini ada hubungannya dengan penyair junjungan gue, Chairil Anwar.
Subscribe to:
Posts (Atom)
